Satu event perusahaan dapat dihadiri oleh peserta dari berbagai generasi. Dalam satu ruangan, bisa saja terdapat peserta muda yang baru memasuki dunia kerja, profesional yang sudah berpengalaman, hingga peserta senior yang memiliki kebiasaan berbeda dalam menggunakan sebuah produk. Kondisi ini membuat pemilihan merchandise membutuhkan pertimbangan yang lebih matang.
Merchandise yang cocok untuk satu kelompok belum tentu menjadi pilihan yang tepat untuk kelompok lainnya. Produk yang sedang populer di kalangan tertentu juga belum tentu menarik bagi peserta dengan usia dan kebutuhan berbeda. Karena itu, perusahaan sebaiknya tidak hanya mengikuti tren ketika menentukan merchandise untuk event.
Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah mengutamakan fungsi, kualitas, dan desain yang universal. Dengan begitu, merchandise memiliki peluang lebih besar untuk digunakan oleh peserta dari berbagai generasi.
Kenali Karakter Peserta Sebelum Memilih Produk
Langkah pertama dalam menentukan merchandise adalah memahami siapa yang akan menghadiri event. Informasi mengenai rentang usia, profesi, aktivitas, serta karakter acara dapat membantu perusahaan mempersempit pilihan produk.
Event berupa konferensi bisnis, misalnya, mungkin dihadiri oleh profesional dari berbagai kelompok usia. Merchandise yang digunakan sebaiknya mendukung aktivitas kerja dan mudah dibawa. Sementara event berupa gathering atau kegiatan komunitas dapat menggunakan produk yang lebih santai dan lifestyle-oriented.
Memahami peserta juga membantu perusahaan menghindari produk yang terlalu spesifik. Merchandise yang hanya cocok untuk kelompok tertentu dapat membuat sebagian peserta tidak terlalu tertarik menggunakannya.
Utamakan Merchandise yang Fungsional
Ketika peserta berasal dari berbagai generasi, fungsi menjadi salah satu pertimbangan paling aman. Produk yang memiliki kegunaan sehari-hari cenderung lebih mudah diterima karena tidak terlalu bergantung pada usia atau tren.
Beberapa contoh merchandise yang dapat dipertimbangkan adalah tumbler, notebook, pulpen, tote bag, dan pouch.
Tumbler dapat digunakan untuk membawa minuman saat bekerja maupun beraktivitas di luar rumah. Notebook dapat digunakan untuk mencatat materi seminar, ide, atau pekerjaan. Pulpen juga merupakan perlengkapan sederhana yang masih relevan dalam berbagai kegiatan.
Sementara itu, tote bag dapat digunakan untuk membawa barang sehari-hari, sedangkan pouch dapat digunakan untuk menyimpan aksesori kecil.
Produk-produk tersebut memiliki satu kesamaan: manfaatnya tidak terbatas pada saat event berlangsung. Peserta dapat menggunakannya kembali setelah acara selesai.
Pilih Desain yang Tidak Terlalu Bergantung pada Tren
Selain produk, desain merchandise juga perlu diperhatikan. Ketika audiens terdiri dari berbagai generasi, desain yang terlalu mengikuti tren tertentu berisiko kurang cocok untuk sebagian peserta.
Desain yang bersih, sederhana, dan mudah dikenali biasanya menjadi pilihan yang lebih aman. Identitas perusahaan tetap dapat ditampilkan melalui logo, warna brand, atau elemen visual tertentu tanpa membuat produk terlihat terlalu ramai.
Misalnya, sebuah perusahaan memiliki warna identitas biru. Warna tersebut dapat digunakan pada bagian tertentu dari notebook atau tote bag, sementara keseluruhan desain dibuat lebih minimalis.
Logo juga tidak harus memenuhi permukaan produk. Penempatan logo yang proporsional dapat membuat merchandise terlihat lebih profesional sekaligus tetap nyaman digunakan dalam berbagai situasi.
Pendekatan ini sangat berguna jika merchandise ditujukan kepada peserta dengan latar belakang yang beragam.
Sesuaikan Merchandise dengan Jenis Event
Jenis kegiatan juga menjadi faktor penting dalam menentukan merchandise. Tidak semua event membutuhkan produk yang sama.
Untuk event bertema teknologi atau bisnis, merchandise yang berkaitan dengan aktivitas kerja dapat menjadi pilihan. Notebook, tumbler, pulpen berkualitas, pouch, atau aksesori kerja dapat dimasukkan ke dalam seminar kit.
Sementara untuk event yang lebih santai, perusahaan dapat mempertimbangkan tote bag, topi, atau produk lifestyle lainnya. Produk tersebut dapat memberikan kesan yang lebih casual tanpa menghilangkan identitas perusahaan.
Dengan menyesuaikan merchandise terhadap suasana acara, produk yang diberikan akan terasa lebih relevan bagi peserta.
Gabungkan Beberapa Produk dalam Satu Paket
Jika anggaran memungkinkan, perusahaan juga dapat menggabungkan beberapa produk dengan fungsi berbeda. Cara ini memberikan peserta pilihan penggunaan yang lebih beragam.
Contohnya, satu paket seminar kit dapat berisi notebook, pulpen, tumbler, dan tote bag. Notebook dan pulpen dapat digunakan selama acara, tumbler berguna untuk aktivitas sehari-hari, sedangkan tote bag dapat digunakan untuk membawa perlengkapan.
Kombinasi tersebut juga membuat satu paket merchandise terasa lebih lengkap tanpa harus memasukkan terlalu banyak produk.
Namun, jumlah bukanlah satu-satunya hal yang perlu diperhatikan. Lebih baik memilih beberapa produk yang benar-benar bermanfaat daripada memasukkan banyak barang yang akhirnya jarang digunakan.
Jangan Hanya Mengejar Merchandise yang Sedang Populer
Mengikuti tren bukan sesuatu yang salah, tetapi perusahaan sebaiknya tidak menjadikannya sebagai satu-satunya dasar pemilihan merchandise.
Tren dapat berubah dengan cepat. Produk yang menarik perhatian saat ini belum tentu tetap relevan beberapa waktu kemudian. Apalagi jika merchandise ditujukan kepada peserta dari berbagai generasi.
Produk sederhana yang memiliki fungsi jelas justru dapat memberikan manfaat lebih panjang. Merchandise seperti tumbler, notebook, tote bag, dan pouch dapat digunakan dalam berbagai aktivitas tanpa terlalu dipengaruhi perubahan tren.
Selain memberikan manfaat bagi penerima, merchandise yang digunakan secara rutin juga dapat membantu memperpanjang eksposur identitas perusahaan.
Perhatikan Kualitas dan Kenyamanan
Faktor terakhir yang tidak kalah penting adalah kualitas. Merchandise yang digunakan oleh banyak kelompok usia sebaiknya memiliki material yang baik, desain yang nyaman, dan fungsi yang mudah dipahami.
Kualitas produk juga dapat memengaruhi persepsi peserta terhadap perusahaan. Produk yang terlihat rapi dan memiliki finishing baik dapat memberikan kesan bahwa perusahaan memperhatikan detail.
Pada akhirnya, memilih merchandise untuk event dengan peserta dari berbagai generasi tidak harus menjadi sesuatu yang rumit. Perusahaan dapat memulainya dengan memahami karakter peserta, menentukan kebutuhan acara, kemudian memilih produk yang fungsional, berkualitas, dan memiliki desain yang universal.
Merchandise yang sederhana bukan berarti kurang menarik. Justru dengan pemilihan produk dan desain yang tepat, merchandise dapat diterima oleh lebih banyak peserta dan tetap digunakan setelah event berakhir.
Dengan pendekatan tersebut, merchandise tidak hanya menjadi souvenir acara, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman peserta sekaligus media yang membantu menjaga brand perusahaan tetap hadir dalam aktivitas sehari-hari.










