Saat perusahaan ingin memesan merchandise custom, harga biasanya menjadi salah satu pertimbangan utama. Apalagi jika merchandise akan dibagikan kepada banyak orang, seperti karyawan, peserta acara, klien, maupun partner bisnis. Perbedaan harga beberapa ribu rupiah per produk saja bisa cukup berpengaruh terhadap total anggaran.
Namun, harga merchandise custom tidak hanya ditentukan oleh jenis produknya. Dua produk yang terlihat serupa bisa memiliki harga berbeda karena material, jumlah pesanan, teknik branding, hingga kemasan yang digunakan. Karena itu, penting bagi perusahaan untuk memahami faktor apa saja yang memengaruhi harga sebelum menentukan merchandise.
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan.
1. Jenis dan Kualitas Produk
Jenis produk merupakan salah satu faktor utama yang menentukan harga merchandise. Setiap produk memiliki bahan, ukuran, fungsi, dan tingkat kualitas yang berbeda.
Contohnya, tumbler berbahan stainless steel biasanya memiliki harga yang berbeda dengan tumbler berbahan plastik. Begitu juga notebook. Notebook dengan hardcover, kertas berkualitas tinggi, atau lapisan khusus tentu dapat memiliki harga lebih tinggi dibandingkan notebook dengan material standar.
Selain material, finishing produk juga dapat memengaruhi biaya. Produk dengan detail tambahan, seperti lapisan khusus, jahitan tertentu, atau komponen tambahan membutuhkan proses produksi yang berbeda.
Karena itu, perusahaan sebaiknya tidak hanya melihat tampilan produk, tetapi juga mempertimbangkan kualitas material dan ketahanannya. Merchandise yang digunakan dalam jangka panjang dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi penerimanya.
2. Jumlah Pesanan
Jumlah merchandise yang dipesan juga dapat memengaruhi harga per unit. Dalam produksi dalam jumlah besar, proses pengerjaan biasanya dapat dilakukan secara massal sehingga biaya produksi per produk dapat menjadi lebih efisien.
Misalnya, perusahaan membutuhkan merchandise untuk 50 orang tentu memiliki kebutuhan produksi yang berbeda dengan perusahaan yang membutuhkan 500 produk. Selain jumlah barang, vendor juga perlu mengetahui apakah produk akan dibuat dalam satu desain atau terdiri dari beberapa variasi.
Oleh karena itu, sebaiknya perusahaan menentukan jumlah kebutuhan sejak awal. Data tersebut akan membantu vendor memberikan perhitungan harga yang lebih sesuai dengan kebutuhan.
Jangan lupa menambahkan cadangan apabila merchandise akan dibagikan dalam sebuah acara. Jumlah tambahan dapat digunakan untuk mengantisipasi kebutuhan yang tidak terduga.
3. Teknik Branding
Merchandise custom biasanya membutuhkan logo atau identitas perusahaan. Cara mengaplikasikan branding tersebut juga dapat memengaruhi harga.
Beberapa teknik yang umum digunakan antara lain sablon, printing, bordir, grafir, emboss, dan teknik lainnya. Setiap teknik memiliki proses pengerjaan, karakter hasil, dan biaya yang berbeda.
Sebagai contoh, logo yang dibuat menggunakan grafir dapat memberikan kesan berbeda dibandingkan logo yang menggunakan printing. Bordir juga lebih cocok digunakan pada produk tertentu seperti apparel, topi, atau tas.
Pemilihan teknik branding sebaiknya tidak hanya berdasarkan harga. Material produk, ukuran logo, jumlah warna, serta kesan brand yang ingin ditampilkan juga perlu dipertimbangkan.
Branding yang tepat dapat membuat merchandise terlihat lebih profesional tanpa harus menggunakan desain yang berlebihan.
4. Packaging
Packaging sering kali dianggap sebagai bagian tambahan, padahal kemasan juga dapat memengaruhi total biaya merchandise.
Merchandise dengan kemasan standar tentu memiliki perhitungan berbeda dengan produk yang menggunakan custom box, sleeve, pouch, paper bag, atau gift box premium.
Untuk merchandise yang diberikan kepada peserta seminar atau acara internal, kemasan sederhana mungkin sudah cukup. Namun, jika produk diberikan kepada klien, direksi, atau stakeholder penting, perusahaan mungkin ingin menggunakan packaging yang lebih eksklusif.
Packaging juga dapat menjadi bagian dari identitas brand. Warna perusahaan, logo, tagline, atau desain khusus dapat diterapkan pada kemasan sehingga pengalaman penerima terasa lebih konsisten.
5. Jumlah dan Kompleksitas Custom
Semakin banyak bagian yang ingin dikustomisasi, semakin banyak pula proses yang perlu dilakukan. Customisasi tidak hanya sebatas menambahkan logo perusahaan.
Perusahaan bisa saja meminta custom warna produk, desain khusus, nama penerima yang berbeda-beda, tagline, atau packaging dengan desain tertentu. Setiap tambahan tersebut dapat membutuhkan proses desain, produksi, dan pengecekan tambahan.
Contohnya, merchandise dengan satu desain logo untuk seluruh penerima tentu lebih sederhana dibandingkan merchandise yang setiap produknya memiliki nama penerima berbeda.
Karena itu, perusahaan perlu menentukan tingkat customisasi sesuai dengan tujuan dan budget yang tersedia. Tidak semua bagian produk harus dibuat custom jika memang tidak memberikan nilai tambahan yang signifikan.
6. Waktu Produksi
Waktu pengerjaan juga perlu menjadi perhatian ketika menghitung kebutuhan merchandise. Pesanan yang membutuhkan pengerjaan cepat dapat memiliki kebutuhan produksi yang berbeda dibandingkan pesanan yang direncanakan jauh-jauh hari.
Proses merchandise custom tidak hanya terdiri dari produksi. Ada tahap pemilihan produk, pembuatan desain, approval, produksi, quality control, packaging, hingga pengiriman.
Jika perusahaan memiliki jadwal acara yang sudah ditentukan, sebaiknya jangan menunggu terlalu dekat dengan hari pelaksanaan untuk memesan merchandise. Perencanaan lebih awal memberikan ruang untuk melakukan revisi apabila terdapat perubahan desain atau kendala produksi.
Tentukan Prioritas Sebelum Memesan
Sebelum meminta penawaran harga merchandise, perusahaan sebaiknya sudah memiliki gambaran mengenai beberapa hal utama, seperti tujuan pemberian merchandise, jumlah penerima, jenis produk, kualitas yang diinginkan, teknik branding, packaging, dan budget yang tersedia.
Dengan menentukan prioritas sejak awal, perusahaan tidak perlu sekadar mencari merchandise dengan harga paling murah. Yang lebih penting adalah menemukan kombinasi antara harga, kualitas, fungsi, dan kebutuhan branding.
Merchandise yang efektif bukan selalu merchandise dengan harga paling tinggi. Begitu juga produk murah belum tentu menjadi pilihan yang tepat apabila kualitasnya tidak sesuai dengan kebutuhan.
Dengan memahami faktor-faktor yang memengaruhi harga merchandise custom, perusahaan dapat menyusun anggaran dengan lebih realistis dan menghindari biaya tambahan yang tidak direncanakan. Pada akhirnya, budget dapat dialokasikan pada bagian yang benar-benar memberikan nilai bagi penerima sekaligus mendukung identitas perusahaan.










