Sebuah event mungkin hanya berlangsung selama satu atau beberapa hari. Setelah acara selesai, dekorasi dibongkar, panggung dibereskan, perlengkapan dikembalikan, dan para peserta kembali menjalankan aktivitas masing-masing. Namun, pengalaman dari sebuah acara tidak selalu berhenti ketika event berakhir.
Salah satu hal yang dapat dibawa pulang oleh peserta adalah merchandise. Produk yang diberikan selama acara dapat terus digunakan setelah kegiatan selesai. Karena itu, pemilihan merchandise sebenarnya dapat menjadi bagian dari strategi untuk menciptakan pengalaman yang lebih panjang bagi peserta sekaligus menjaga hubungan mereka dengan brand.
Merchandise yang tepat tidak hanya berfungsi sebagai souvenir. Ketika produk masih digunakan beberapa minggu atau bahkan beberapa bulan setelah acara, identitas perusahaan yang terdapat pada produk tersebut juga berpotensi terus terlihat. Inilah yang membuat merchandise memiliki peran lebih dari sekadar barang pelengkap event.
Produk yang Tetap Digunakan Setelah Acara
Salah satu pertimbangan utama dalam memilih merchandise adalah fungsi. Produk yang memiliki manfaat dalam kehidupan sehari-hari biasanya memiliki peluang lebih besar untuk terus digunakan setelah acara selesai.
Tumbler, misalnya, dapat digunakan saat bekerja, belajar, bepergian, atau mengikuti kegiatan lainnya. Notebook dapat digunakan untuk mencatat agenda, ide, maupun pekerjaan. Sementara itu, tas dapat digunakan untuk membawa perlengkapan sehari-hari.
Semakin relevan sebuah produk dengan aktivitas penerima, semakin besar kemungkinan produk tersebut tidak langsung disimpan atau dibuang setelah acara. Hal ini tentu berbeda dengan dekorasi atau materi promosi tertentu yang umumnya hanya digunakan selama kegiatan berlangsung.
Karena itu, perusahaan sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan apakah sebuah produk terlihat menarik. Fungsi dan kebiasaan target penerima juga perlu diperhatikan agar merchandise benar-benar memberikan manfaat.
Menjadi Pengingat terhadap Sebuah Event
Merchandise yang terus digunakan juga dapat menjadi pengingat terhadap sebuah acara. Ketika peserta kembali menggunakan tumbler, tas, notebook, atau apparel yang diperoleh dari event, mereka dapat mengingat kembali kegiatan yang pernah diikuti.
Di sinilah identitas visual memiliki peran penting. Logo perusahaan, nama acara, warna brand, ilustrasi, maupun elemen grafis lainnya dapat digunakan untuk memberikan karakter pada merchandise.
Namun, branding tidak selalu harus dibuat besar dan memenuhi seluruh permukaan produk. Penggunaan logo yang terlalu dominan justru dapat membuat merchandise terasa seperti media iklan biasa.
Desain yang sederhana, proporsional, dan tetap nyaman digunakan dapat menjadi pilihan yang lebih fleksibel. Identitas perusahaan tetap terlihat, tetapi produk juga memiliki tampilan yang menarik sehingga penerima tidak ragu menggunakannya dalam aktivitas sehari-hari.
Dengan pendekatan tersebut, merchandise dapat berfungsi sebagai pengingat yang lebih natural terhadap sebuah event maupun brand.
Sesuaikan dengan Karakter Acara
Setiap event memiliki karakter yang berbeda. Karena itu, merchandise sebaiknya dipilih berdasarkan jenis dan tujuan kegiatan.
Untuk seminar atau workshop, produk seperti notebook, pulpen, tumbler, pouch, dan tas dapat menjadi pilihan yang relevan. Produk tersebut dapat membantu peserta selama acara berlangsung dan masih memiliki fungsi setelah kegiatan selesai.
Sementara itu, untuk gathering perusahaan, merchandise dapat dibuat lebih santai. Apparel, topi, tumbler, tote bag, atau produk lainnya dapat disesuaikan dengan konsep kegiatan dan aktivitas peserta.
Untuk acara yang berkaitan dengan peluncuran produk atau kampanye brand, merchandise juga dapat dibuat lebih dekat dengan identitas visual kampanye. Warna, ilustrasi, slogan, maupun desain produk dapat dirancang agar memiliki hubungan dengan tema utama acara.
Kesesuaian antara merchandise dan event membuat produk terasa sebagai bagian dari keseluruhan pengalaman. Peserta tidak hanya menerima sebuah barang, tetapi mendapatkan sesuatu yang memiliki hubungan dengan kegiatan yang mereka ikuti.
Merchandise Dapat Memperpanjang Momen Event
Salah satu kelebihan merchandise adalah kemampuannya untuk memperpanjang keberadaan sebuah event di luar lokasi acara.
Sebuah seminar mungkin selesai dalam satu hari. Namun, jika peserta membawa pulang notebook atau tumbler yang digunakan secara rutin, elemen dari event tersebut masih dapat hadir dalam keseharian mereka.
Hal yang sama dapat terjadi pada gathering, workshop, maupun kegiatan perusahaan lainnya. Merchandise menjadi bentuk fisik yang dapat menghubungkan pengalaman saat event dengan aktivitas setelahnya.
Karena itu, perusahaan dapat melihat merchandise sebagai bagian dari keseluruhan perjalanan peserta, bukan hanya sesuatu yang diberikan di akhir acara.
Perencanaan Perlu Dilakukan Sejak Awal
Pemilihan merchandise sebaiknya tidak dilakukan mendekati hari pelaksanaan event. Produk custom biasanya membutuhkan beberapa tahapan, mulai dari menentukan konsep, memilih produk, membuat desain, menentukan metode branding, melakukan produksi, hingga proses pengiriman.
Perusahaan perlu memperkirakan jumlah peserta dan menentukan apakah merchandise akan diberikan kepada seluruh peserta atau hanya kelompok tertentu. Setelah itu, jenis produk dapat dipilih berdasarkan tujuan dan karakter acara.
Waktu produksi juga perlu diperhitungkan. Perencanaan lebih awal dapat memberikan ruang untuk melakukan pengecekan desain, kualitas produk, jumlah pesanan, dan kemasan sebelum merchandise didistribusikan.
Dengan persiapan yang lebih matang, risiko kesalahan jumlah, desain yang tidak sesuai, atau keterlambatan pengiriman dapat diminimalkan.
Jangan Lupakan Packaging
Selain produk, packaging juga dapat menjadi bagian dari pengalaman peserta. Merchandise yang dikemas dengan rapi dapat memberikan kesan yang lebih profesional ketika pertama kali diterima.
Untuk seminar kit, misalnya, beberapa produk dapat disusun dalam tas yang memiliki desain seragam. Sementara untuk corporate gift atau hadiah khusus, produk dapat ditempatkan dalam gift box yang dilengkapi kartu ucapan.
Packaging tidak harus selalu mewah. Yang terpenting adalah kesesuaian antara kemasan, produk, konsep acara, dan identitas perusahaan.
Dengan packaging yang tepat, pengalaman peserta dapat dimulai sejak mereka menerima paket hingga membuka dan menggunakan produk di dalamnya.
Lebih dari Sekadar Souvenir
Merchandise dapat menjadi salah satu bagian terakhir dari pengalaman peserta terhadap sebuah event. Namun, apabila produk yang dipilih memiliki fungsi dan relevansi yang baik, pengalaman tersebut dapat terus terbawa setelah acara selesai.
Tumbler yang digunakan setiap hari, notebook yang menemani aktivitas kerja, atau tas yang kembali digunakan untuk bepergian dapat menjadi pengingat sederhana terhadap sebuah event dan brand yang menyelenggarakannya.
Karena itu, memilih merchandise bukan hanya tentang menentukan barang apa yang akan dibagikan. Perusahaan juga perlu memikirkan pengalaman seperti apa yang ingin dibawa pulang oleh peserta.
Mulai dari jenis produk, desain, branding, packaging, hingga kesesuaiannya dengan karakter event perlu dipertimbangkan sebagai satu kesatuan.
Troole Merchandise menyediakan berbagai pilihan seminar kit, corporate gift, dan souvenir promosi yang dapat disesuaikan dengan jenis acara, kebutuhan peserta, konsep, serta identitas perusahaan. Dengan pemilihan produk dan konsep yang tepat, merchandise dapat menjadi lebih dari sekadar souvenir—melainkan bagian dari pengalaman brand yang tetap hadir bahkan setelah event berakhir.










